Kamis, 03 Oktober 2013

Roti Maryam

Kue ini juga salah satu kue yang udah terkenal di masyarakat Indonesia. Biasa disebut Roti Maryam.

Bahan-bahan :
Terigu                                          500 gram
kuning telur                                   3 butir
mentega dicairkan                      1 ons
susu bubuk                                   3 sdm
air                                                    1 gelas
garam                                          secukupnya
mentega untuk olesan                1 ons

bikin nya :
-     Campur tepung terigu, garam, dan mentega cair hingga rata, tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis, bulatkan. Istirahatkan adonan selama 30 menit.
-     Bagi adonan menjadi 10 bagian, bulatkan, sisihkan. Gilas setiap bulatan hingga tipis, olesi setiap permukaan adonan dengan mentega hingga rata, gulung memanjang.
-     Gulung kedua ujung hingga kedua ujungnya bertemu di tengah. Naikkan salah satu gulungan hingga saling bertumpuk. Diamkan sebentar lalu gilas tipis.
-     Panaskan wajan dadar, olesi mentega, panggang setiap adonan hingga kecokelatan sambil dibolak balik, angkat.  

Tips : enak dimakan dengan madu dengan cara dicocol atau juga dengan gula.

Selasa, 01 Oktober 2013

1 oktober 2013


hey guys!
sekian lama ga buka blog dan akhirnya mencoba berkarya di blog ini lagi, ya seperti biasa tuntutan tugas haha sebenarnya di suruh bikin blog baru, but I think gak perlu lah ya abisnya udah terlalu cinta sama blog ini. so, just setting ulang aja semuanya jadi data tentang kampus bukan sekolah lagi and domain name nya juga sesuai peraturan kampus. 
oiya btw, sekarang saya kuliah di esa unggul university jurusan management hehe
enjoy yaaa semoga bermanfaat, see you next time ;)

Tutorial photoshop tone color






Tutorial Photoshop - Tone Warna dengan Camera RAW 4.0

Warna dan Cahaya adalah dua komposisi yang menentukan bagus atau tidak nya sebuah foto. dalam Photography tehnik tehnik pencahayaan di nomor satukan, itu menandakan betapa penting nya cahaya dalam mendapatkan hasil foto yang baik. untuk yang memakai versi Photoshop di atas CS3, baik itu Photoshop CS4 atau Photoshop CS5 untuk membuka Camera RAW dengan menggunakan Adobe Bridge lalu Open with Camera RAW. kita langsung ke pokok pembahasan kita kali ini tone warna dengan Camera RAW 4.0

Cara Membuka Foto pada Camera RAW

Sebelum membuka file foto dengan Camera RAW 4.0 kita akan settting dulu bagian File Handling agar nantinya apapun file foto yang akan kita buka pada Photoshop langsung terbuka ke Camera RAW. arahkan Mouse ke Menu Bar : Edit - Preferences - File Handling. lalu beri tanda centang pada opsi Prefer Adobe Camera RAW for JPEG files



Camera RAW 4.0 Tools
untuk yang masih awan dengan Camera RAW mungkin akan menemukan sedikit kesulitan untuk memahami opsi apa saja yang terdapat di dalam Camera RAW, terdapat 8 Tab setting pada Camera RAW
  1. Basic
  2. Tone Curve
  3. Detail :
  4. HSL / Grayscale
  5. Split Toning
  6. Lens Correction
  7. Camera Calibration
  8. Presets
Pandangan Penulis Tentang Tone Warna
menurut Saya secara pribadi : "tidak ada Aturan dalam toning warna foto, karna bicara warna kita akan membicarakan selera, dan antara selera manusia satu dan lain nya itu berbeda, yang terpenting dalam tone warna foto adalah keharmonisan warna akhir dari sederetan proses tone yang telah kita kerjakan"
Basic Tone
jangan bingung melihat pilihan-pilihan yang terdapat pada tab basic. kalau dilihat secara langsung tab basic terdapat 10 pilihan setting untuk  mengolah foto, tapi masing masing bar ini di pisahkan berdasarkan fungsinya sendiri

  1. White Balance
  2. Exposure
  3. Color Saturation
White Balance Tone
 hanya 2 pilihan setting dari White Balance. satu dari Biru ke kuning dan yang kedua dari hijau ke magenta. geser secara perlahan Color Temperature hingga mendapatkan warna yang memang benar-benar pas dengan keinginan kita. silahkan berexplorasi dengan white balance, semakin sering kita melatih mangatur white balance maka semakin kuat kepekaan kita terhadap warna.
Exposure Tone
setting ini kita lakukan untuk mengatur terang gelapnya sebuah foto, 
1. exposure :
untuk mengatur tingkat kecerahan foto. atur dengan bijaksana tingkat exposure ini, geser perlahan bar exposure turunkan atau naikan nilai nya dengan perlahan, hingga dirasa foto tidak terlalu cerah tapi juga tidak terlalu gelap
2. Recovery :
opsi ini digunakan untuk mengurangi area foto yang terlalu terang. perhatina bagian dari foto yang sangat terang ( biasanya berwarna putih ) selaraskan dengan area yang lain, agar bagian yang terlalu terang ini turun intensitas terang nya.
3. Fill Light :
fill light digunakan untuk menaikkan cahaya pada area yang agak gelap pada sebuah foto. gunakan juga fil light dengan bijaksana, naikkan secara perlahan, hingga cahaya di keseluruhan area foto tampak harmonis
4. Black :
naikkan nilai Black maka area yang berwarna gelap akan bertambah kepekatan nya
5. Brightness :
yang ini pasti sudah nga asing lagi, coba sekarang naikkan brightness maka hasilnya foto akan tampak lebih terang secara keseluruhan, sebaliknya kalau kita turunkan nilai brightness foto akan tampak gelap secara keseluruhan
6. Contrast :
menambahkan atau menurunkan kepekatan pada seluruh area foto. foto yang terlalu contrast akan tampak kurang baik, begitu juga sebaliknya foto yang minim tingkat contrast nya akan tampak bias. sesuaikan saja nilai contrast hinnga di rasa harmonis

Senin, 01 Oktober 2012

Menjelaskan langkah persiapan untuk setting ulang koneksi jaringan

Persiapan Setting ulang atau perbaikan konektifitas jaringan
-->

Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.

Mendesain sistem keamanan jaringan

Mendesain sistem keamanan jaringan
 
Berikut ini adalah langkah- langkah yang diperlukan dalam membangun sebuah firewall:
1. Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2. Menentukan kebijakan atau policy.
3. Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
4. Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satuatau lebih aturan firewall.
5. Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
6. Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.

Berikut ini diberikan contoh penerapan iptables pada firewall. Konfigurasi network yang digunakan untuk contoh diilustrasikan pada gambar 11.14.

Pada gambar di atas terdapat suatu firewall yang mempunyai dua antar muka. Firewall berhubungan dengan jaringan internet melalui antar muka eth0 danberhubungan dengan jaringan privat melalui antar muka eth1. Kadang-kadang firewall berhubungan dengan jaringan internet menggunakan modem, dalam halini antarmuka eth0 dapat diganti dengan ppp0.
Kemampuan pertama yang harus di miliki firewall adalah melakukan forward IP Address dari antarmuka eth0 menuju antarmuka eth1 dan sebaliknya dari antarmuka eth1 menuju antarmuka eth0. Caranya adalah dengan memberi nilai 1 pada parameter ip_forward dengan perintah.
# echo ”1” >/proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Dalam beberapa variant Linux dilakukan dengan memberi baris konfigurasi pada file /etc/sysconfig/network.

MEMBUAT INISIALISASI
Inisialisasi aturan iptables digunakan untuk membuat kebijakan umum terhadap rantai Iptables yang akan di terapkan pada firewall. Kebijakan ini akan di terapkan jika tidak ada aturan yang sesuai. Kebijakan umum yang diterapkan dalam suatu firewall umumnyaadalah sebagai berikut:
1. Kebijakan untuk membuang semua paket yang menuju, melintas dan keluar darifirewall.
# iptables –p input DROP
# iptables –p forward DROP
# iptables –p output DROP
2. Kebijakan untuk menerima semua paket yang menuju dan meninggalkan perangkat loopback.
# iptables – A INPUT – i lo – j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT– o lo – j ACCEPT
3. Kebijakan menerima semua paket sebelum mengalami routing.
# iptables – t nat – p POSTROUTING – j ACCEPT
# iptables – t nat – p PREROUTING – j ACCEPT

MENGIJINKAN LALU-LINTAS PAKET ICMP
Paket ICMP biasanya digunakan untuk menguji apakah suatu peralatan jaringan sudahterhubung secara benar dalam jaringan. Biasanya untuk menguji apakah suatu peralatansudah terhubung secara benar dalam jaringan dapat dilakukan dengan perintah ping.
Perintah ini akan mencoba mengirim paket ICMP ke alamat IP tujuan dan menggunakan tanggapan dari alamat IP tersebut. Untuk memberikan keleluasaan keluar, masuk dan melintasnya paket ICMP diterapkan dengan aturan tersebut.
# iptables – A INPUT –p icmp -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p icmp -j ACCEPT
# iptables – A OUPUT –p icmp -j ACCEPT
Maksud perintah di atas adalah sebagai berikut:
1.Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan masuk.
2.Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan melintas.
3.Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan keluar.
Perintah ketiga ini memungkinkan firewall untuk mananggapi paket ICMP yang dikirimke firewall. Jika perintah ketiga tidak diberikan, maka firewall tidak dapat mengirim keluar tanggapan paket ICMP.
Catatan :
Kadang-kadang paket ICMP digunakan untuk tujuan yang tidak benar, sehingga kadang-kadang firewall ditutup untuk menerima lalu lintas paket tersebut. Jika firewall tidak diijinkan untuk menerima lalu lintas paket ICMP, maka perintah diatas tidak perlu dicantumkan.

MENGIJINKAN PAKET SSH MASUK FIREWALL
Untuk mengkonfigurasi komputer dalam jaringan, biasanya dilakukan secara jarak jauh. Artinya pengelolaan tidak harus datang dengan berhadapan dengan komputer tersebut.Termasuk dalam hal ini untuk pengelolaan firewall. Untuk mengelola firewall dari jarak jauh, dapat digunakan program SSH.
Program SSH menggunakan paket TCP dengan port 22 untuk menghubungkan antara duakomputer. Oleh sebab itu firewall harus mengijinkan paket dengan tujuan port 22 untuk masuk ke firewall. Firewall juga harus mengijinkan paket yang berasal dari port 22untuk keluar dari firewall. Berikut ini perintah yang diterapkan untuk mengijinkan akses SSH melalui antarmuka eth1 yaitu dari jaringan privat.
# iptables – A INPUT –p tcp –dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p tcp –sport 22 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p tcp –dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p tcp –sport 22 –o eth1 -j ACCEPT
Maksud dari perintah di atas adalah sebagai berikut:
1. Firewall mengijinkan masuk untuk paket TCP yang punya tujuan port 22 melaluiantarmuka eth1.
2. Firewall mengijinkan keluar untuk paket TCP yang berasal dari port 22 melaluiantarmuka eth1.
Aturan tersebut memungkinkan akses SSH hanya dari jaringan privat melalui antarmuka eth1. Untuk alasan keamanan, akses SSH dari jaringan privat dapat dibatasi untuk aksesyang hanya berasal dari alamat jaringan tertentu atau bahkan dari komputer tertentu(input). Hal ini dilakukan dengan menambah opsi –s diikuti alamat jaringan atau alamatIP pada perintah pertama.
# iptables – A INPUT –s 202.51.226.37 –p tcp –dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
Sintaks diatas adalah aturan yang akan menerima input paket TCP pada eth1 yang berasaldari alamat IP 202.51.226.37 dengan tujuan port 22.

MENGIJINKAN AKSES HTTP MELINTAS FIREWALL
Akses http merupakan protokol yang paling banyak digunakan untuk berselancar diinternet. Informasi yang disajikan pada internet umumnya menggunakan akses
http ini.
Akses http menggunakan port 80 dengan jenis paket TCP.Firewall biasanya mengijinkan akses http terutama yang melintas firewall baik yangkeluar atau masuk jaringan privat. Akses http yang keluar jaringan privat digunakanuntuk memberi akses http bagi komputer yang berada di jaringan privat. Sedangkan akses http dari internet terjadi apabila pada jaringan privat terdapat server web yang dapatdiakses dari jaringan internet.
Penerapan aturan iptables untuk mengijinkan akses http adalah sbb :
# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth0 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth0 -j ACCEPT
Maksud dari perintah di atas adalah sebagai berikut:
1. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port 80melalui antarmuka eth1.
2. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80 melaluiantarmuka eth1.
3. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port 80melalui antarmuka eth0.
4. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80 melaluiantarmuka eth0.
Perintah pertama dan kedua digunakan untuk mengijinkan akses http yang berasal dari jaringan privat, sedangkan perintah ketiga dan keempat digunakan untuk mengijinkanakses http yang berasal dari internet. Keempat perintah tersebut dapat diganti dengan satu perintah menggunakan opsi multiport sebagai berikut :
# iptables – A FORWARD –p tcp –m multiport --port 80 -j ACCEPT
Perintah tersebut menyatakan bahwa firewall mengijinkan paket TCP yang punya port 80(tujuan / asal) untuk melintas (dari eth0 atau eth1).

MENGIJINKAN QUERY SERVER DNS
Firewall biasanya mempunyai minimal satu alamat IP untuk server DNS. Untuk queryserver DNS digunakan paket UDP melalui port 53. Firewall memerlukan query server DNS untuk menentukan alamat IP yang berhubungan dengan suatu nama host. Queryserver DNS pada firewall ini biasanya diijinkan untuk query server DNS keluar firewall(baik via eth0 atau eth1) dan query server DNS melintasi server firewall. Aturan Iptables yang diterapkan untuk mengijinkan query sever DNS keluar dari firewall adalah sebagai berikut :
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth0 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth0 -j ACCEPT

Mengidentifikasi pengendalian jaringan yang diperlukan

Mengidentifikasi pengendalian jaringan

Mengidentifikasi Pengendalian Jaringan yang Diperlukan 
Risk Management Model 
Lawrie  Brown  dalam  bukunya    menyarankan  menggunakan  “Risk  Management  Model” 
untuk  menghadapi  ancaman  (managing  threats).  Ada  tiga  komponen  yang  memberikan 
kontribusi kepada Risk, yaitu Asset, Vulnerabilities, dan Threats. 

Kontribusi terhadap Risk 
Nama komponen 
Contoh dan keterangan lebih lanjut 
Assets (aset) 

•   Hardware, software, dokumentasi, data, komunikasi, 
linkungan, manusia 
Threats (ancaman) 
•   pemakai (users), teroris, kecelakaan (accidents), crackers, 
HandOut KK15-Mendesain Sistem Keamanan Jaringan  TKJ SMKN 1 JAKARTA 

penjahat kriminal, nasib (acts of God), intel luar negeri 
(foreign intelligence) 
Vulnerabilities (kelemahan) 

•   software bugs, hardware bugs, radiasi (dari layar, 
transmisi), tapping, crosstalk, unauthorized users, 
cetakan, hardcopy atau print out, keteledoran (oversight), 
cracker via telepon, storage media 
Tabel 2. Nama Komponen dan Contohnya yang berkontribusi terhadap Risk 

Untuk  menanggulangi  resiko  (Risk)  tersebut  dilakukan  apa  yang  disebut  “countermeasures” 
yang dapat berupa: 
•     usaha untuk mengurangi Threat 
•     usaha untuk mengurangi Vulnerability 
•     usaha untuk mengurangi impak (impact) 
•     mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event) 
•     kembali (recover) dari kejadian 

Analisis SWOT 
Analisis  SWOT (singkatan bahasa  Inggris dari  strengths  (kekuatan),  weaknesses 
(kelemahan),     opportunities     (kesempatan),     dan     threats     (ancaman)     adalah 
metode perencanaan  strategis yang  digunakan  untuk  mengevaluasi  kekuatan,  kelemahan, 
peluang,  dan  ancaman  dalam  suatu  keadaan  tertentu.  Dalam  tinjauan  keamanan  jaringan, 
analisis  SWOT  mencoba  memetakan  keadaan  yang  ingin  dicapai  yaitu  terciptanya  keamanan 
informasi dan keamanan jaringan, dan mengidentifikasikan faktor internal dan faktor  eksternal 
yang  membantu    dan  yang  membahayakan  tercapainya  keamanan  jaringan  dan  keamanan 
informasi. 
  
Teknik  ini  dibuat  oleh Albert  Humphrey,  yang  memimpin  proyek  riset  pada Universitas 
Stanfordpada  dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan  menggunakan  data  dari  perusahaan-
perusahaan Fortune 500 
Setelah memetakan dan mengenali faktor-faktor tersebut, maka diperlukan usaha untuk 
meningkatkan  strengths  (kekuatan),  mengurangi  dan  menutupi  weaknesses  (kelemahan), 
memanfaatkan   opportunities   (kesempatan),   dan   juga   usaha   untuk   mengurangi   dan 
mengantisipasi Threats (ancaman). 

Port  
Dalam  protokol  jaringan TCP/IP,  sebuah port adalah  mekanisme  yang  mengizinkan 
sebuah  komputer  untuk  mendukung  beberapa  sesi  koneksi  dengan  komputer  lainnya  dan 
program  di  dalam  jaringan.  Port  dapat  mengidentifikasikan  aplikasi  dan  layanan  yang 
HandOut KK15-Mendesain Sistem Keamanan Jaringan  TKJ SMKN 2 Bawang 

menggunakan  koneksi  di  dalam  jaringan  TCP/IP.  Sehingga,  port  juga  mengidentifikasikan 
sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien 
atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server.  
Port   dapat   dikenali   dengan   angka 16-bit (dua   byte)   yang   disebut   dengan Port 
Number dan  diklasifikasikan  dengan  jenis  protokol  transport  apa  yang  digunakan,  ke 
dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah 
port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 2
16
 = 65536 buah. 
Dilihat  dari  penomorannya,  port  UDP  dan  TCP  dibagi  menjadi  tiga  jenis,  yakni  sebagai 
berikut: 
     Well-known  Port:  yang  pada  awalnya  berkisar  antara  0  hingga  255  tapi  kemudian 
diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam 
well-known  port,  selalu  merepresentasikan  layanan  jaringan  yang  sama,  dan  ditetapkan 
oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada 
di  dalam  range  Well-known  port  masih  belum  ditetapkan  dan  direservasikan  untuk 
digunakan  oleh  layanan  yang  bakal  ada  di  masa  depan. Well-known  port didefinisikan 
dalam RFC 1060. 
     Registered  Port:  Port-port  yang  digunakan  oleh  vendor-vendor  komputer  atau  jaringan 
yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered 
port  juga  diketahui  dan  didaftarkan  oleh  IANA  tapi  tidak  dialokasikan  secara  permanen, 
sehingga  vendor  lainnya  dapat  menggunakan  port  number  yang  sama.  Range  registered 
port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically 
Assigned Port. 
     Dynamically  Assigned  Port:  merupakan  port-port  yang  ditetapkan  oleh  sistem  operasi 
atau  aplikasi  yang  digunakan  untuk  melayani  request  dari  pengguna  sesuai  dengan 
kebutuhan.  Dynamically  Assigned  Port  berkisar  dari  1024  hingga  65536  dan  dapat 
digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.

Memasang Firewall

Memasang Firewall pada Jaringan

Kali ini, saya akan memberikan tutorial mengenai cara memasang Firewall pada jaringan. Disini saya akan menggunakan sistem operasi Ubuntu Server dan iptables untuk konfigurasi Firewall. Untuk lebih jelasnya, lanjut saja..
Topologi untuk percobaan kali ini adalah seperti gambar berikut :


Kasusnya seperti ini :
Pada sebuah jaringan seperti gambar di atas, terdapat 3 host. PC Client, Firewall, dan Web Server. PC Client tidak diperbolehkan untuk melakukan remote ke Firewall. PC Client dan Firewall tidak dapat mengakses HTTP pada Web Server.
Berikut adalah konfigurasinya :
Pertama, atur pengalamatan terlebih dahulu, seperti pada gambar berikut :



Pengalamatan pada PC Client


Pengalamatan pada Web Server


Pengalamatan pada Router Firewall

Setelah semua host terkoneksi, lakukan pengujian SSH dan HTTP berikut :

:: Lakukan Remote SSH dari PC Client ke Router Firewall


:: Lakukan akses HTTP dari Client dan Router ke Web Server



Dari Client



Dari Router

Jika berhasil, maka saatnya untuk memblokir akses SSH dan HTTP sesuai kasus yang telah disebutkan. Caranya adalah…
Lakukan perintah berikut di Router Firewall :



Lakukan pengujian SSH dan HTTP sekali lagi, jika akses gagal, maka konfigurasi iptables berhasil.






Dengan menggunakan iptables, administrator jaringan dapat mengatur layanan apa saja yang dapat digunakan atau yang dilarang bagi clientnya.

Selamat Mencoba !


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting